its dazzling carla

its dazzling carla

Senin, 04 April 2011

press release created by me - part 1



Proudly present : MY FIRST PRESS RELEASE :)

Press Release

Chat After Lunch

7 Januari 2011 | 15:00 – 17:00 | f3 atrium, fX lifestyle X’nter

Ditengah kesibukan para professional yang semakin padat dan gaya hidup yang dinamis, fX lifestyle X’nter [dibaca: lifestyle center] bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mengakomodasi kaum urban dalam memenuhi wawasan para professional di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, sosial hingga gaya hidup.

Awal Januari 2011 ini, fX lifestyle X’nter dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia kembali menghadirkan casual talkshow, “Chat After Lunch”, bertema “Mengupas Tips & Trik Dalam Dunia Media Relation, Serta Outlook Ekonomi, Kesejahteraan Sosial Masyarakat dan Public Relation”. Hadir pembicara dari berbagai narasumber yang kompeten dibidang jurnalistik, yaitu Prof. Firmanzah (Dekan FEUI), Prof Dr. Bambang Shergi (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), dan Bambang Wispriyono (Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat). Casual Talkshow ini dipandu secara menarik oleh Mudiarto Shambazy, wartawan senior Kompas.

Ekonomi, Kesejahteraan Sosial dan Public Relation telah menjadi suatu hal yang terus berkaitan. Selain itu bidang – bidang tersebut merupakan indikator keberhasilan suatu negara dalam menaikkan Human Development Index (Index Pembangunan Manusia). Bambang Wispriyono mengungkapkan “Singapura bahkan mentargetkan jumlah perawatan terhadap pasien dalam satu tahun, dan menyediakan berbagai fasilitas penunjang lainnya dengan serius, mulai dari hotel, service, harga yang kompetitif, dan fasilitas penunjang lainnya secara serius sebagai salah satu daya tarik dunia pariwisata”. Tidak hanya menampilkan kaitan setiap berita dengan politik, namun peran media juga sangat penting untuk menggali informasi. Dengan demikian media dapat berfungsi sebagai pengawas kepentingan sosial dan pendidikan di masyarakat dan pemerintah.

Chat After Lunch kali ini dimeriahkan juga dengan Book Launching karya Devie Rahmawati, kepala kantor Direktorat UI. Beliau adalah alumni UI yang berprofesi sebagai praktisi humas dan jurnalis. Buku pertama dari Trilogi Humas ini berjudul “69 Panduan Humas Menghadapi Wartawan”. Di dalam buku setebal 138 halaman ini terpapar berbagai contoh kasus nyata yang pernah dialami selama menjadi humas dan jurnalis. Devie memaparkan berbagai kesalahan yang umumnya terjadi pada saat humas bertemu dengan wartawan dalam peliputan suatu kegiatan. Buku ini mengangkat kembali bagaimana membina hubungan baik dan humanis antara humas dengan wartawan, dengan berbagai ilustrasi dan gaya bahasa yang menarik, singkat dan padat.

Acara yang terbuka untuk umum ini kedepannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kaum urban dan media dengan saling menambah wawasan informasi terkini yang sedang hangat dibicarakan masyarakat.


Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi:

Bernadette Carla Frinatra

Media Relations fX lifestyle X’nter

T : 021-25554600

E : carlaf@fx.co.id

M : 08569849141


Dannnn..ini dia beberapa dokumentasinya :

^^ Para peserta melakukan registrasi

^^ Peserta yang hadir sedang asyik membaca buku karangan Devi Rahmawati yang dibagikan dalam Chat After Lunch kali ini

^^ Para peserta memadati area bangku yang sudah disiapkan panitia

^^ Ki-ka= Moderator Budianto Sambazy, Prof Dr Bambang Shergi, Prof Firmanzah, Dr Bambang Wispriyono

^^ Devi Rahmawati membubuhkan tandatangan di buku karangannya



ciao































Kamis, 27 Januari 2011

my world




Here i am, bernadette carla frinatra. 23rd years old girl, living in Jakarta, the capital city of Indonesia.

  • Half Javanese (from my dad) and half Floresian (from my mother's blood) - want to know more or just didn't even know where is it? just click this as new tabs :


  • simple,nice & easy going, but sometimes could be very stubborn and spoiled; strictly reducing the plastic bag consumption when going out to the market

  • working as media & public relations officer in fX lifestyle X'nter - the first lifestyle center in Indonesia :





  • daughter from Mr. Louis Fransiscus Yuniarto & Mrs. Agnes Emilia Tenyala





  • finished my high school from Ricci II High School in Bintaro,




  • and got my bachelor degree of Communication from The London School of Public Relations, majoring Mass Communication



  • i'm pet lover (especially furry mammals)

  • love purple color..heiiii!! it such a cool color, dont just tell me its a color of widow - tell me the most reasonable argument about that. Purple sometimes used as a royalty colors (other than red and gold), and because its a combination between red and blue, it can be also describe as a balancing color between the warmest color & the coolest color





  • always listen to prambors 102.2 FM & sing along;

  • love to wear wedge shoes fetish (anti stiff but still looks stylish to wear in any occasion);

(own wedges)


  • always wear a ring on her left thumb;



  • love eeyore, pocahontas, aurora & nemo;


  • love to swim; and dreaming to do a diving in raja ampat papua;


  • frequently downloaded songs from 4shared.com (no more buy a cd, huh)

  • love to check kompas.com,detik.com & nowadays realize kaskus.us such a fun site to visit (hahaha)


  • im also kinda eater freak ;P i love to do a culinary tour with my mom and my lover. Some of the best are :

pan o pancake (fX lifestyle X'nter, f1) --> varian of pancake menu, from main course, to dessert, from single size to lovebird portion, from sweet and fruity pancake, to melted and meaty taste..ummmm..


fish&co (cilandak town square, lt.2) --> the best & original fish and chip in town, & the portion was soooo great!! TRue!

minus 2 (fX lifestyle X'nter, f2) --> all kind of western food, with a taste of beer..ready to satisfy your dream about extravagant food to enjoy


japanese ramen (eat and eat foodcourt, gandaria city, lt3) --> the perfect stock came from the chicken bone and vegetable, combine with it special noodle, and varian topping for each..addicted!

coldstone creamery (fX lifestyle X'nter, f1) --> the ice cream was very solid, and the way it came with a lot of flavour, and combine with also a lot of various topping, from graham crackers, kit kat, oreo, m&m's, brownies..ooowh! for me, the best combination are : green tea / cheesecake ice cream - kitkat &oreo OR just simply choose the chocolate devotion..perfect choose for a refreshment treat for yourself ;)


addicted to timtam biscuit & pringles ;




that's the things that i can write down by now, maybe i can add more in the other time :)

ciao

Kamis, 20 Januari 2011

my song of the month #1- january 2011


Here's my song of the month:



Bruno Mars - Just the Way You Are



oo-hhhhh
oooo-hhhh


Oh her eyes, her eyes make the stars look like they're not shining.
Her hair, her hair falls perfectly without her trying.
She's so beautiful, and I tell her everyday.


Yeaaa. I know, I know when I compliment her she won't believe me.
And it's so, it's so sad to think that she don't see what i see.
But everytime she ask me 'Do I look okay?' I say..


When I see your face (face, face) there's not a thing that I would change.
Cause you're amazing just the way you are.
And when you smile (smile, smile) the whole world stops
and stares for a while.
Cause girl, you're amazing just the way you are.


Yeaaa!


Her lips, her lips I could kiss them all day if she let me.
Her laugh, her laugh she hates but I think it's so sexy.
She's so beautiful, and I tell her everyday.


Ohhh you know, you know, you know, I'd never ask you to change.
If perfect's what your searching for then just stay the same.
Sooo don't even bother asking if you look okay, you know I'll say...


When I see your face (face, face) there's not a thing that I would change.
Cause you're amazing just the way you are.
And when you smile (smile, smile) the whole world stops
and stares for a while.
Cause girl, you're amazing just the way you are.


The way you are.
The way you are.
Girl you're amazing, just the way you are.


When I see your face, there's not a thing that I would change.
Cause you're amazing just the way you are.
And when you smile, the whole world stops and stares for a while.
Cause girl, you're amazing just the way you are.


Yeaaa.




nice song for every girl, ladies, woman, all over the world. It sounds lil' bit like the song came from Joey Mcintyre in 90' era or even Beautiful by Christina Aguilera in early 2000.


pumping the spirit and powerful lyric :)




ciao,






Selasa, 04 Mei 2010

Sunday Morning With My Rhizophora






Ada yang beda dari hari minggu 2 minggu lalu, tepatnya tanggal 25 April 2010.

Setelah sempat terlupakan beberapa lama karena sibuk dengan urusan di kantor, gw baru inget kalo punya janji penting. Janji sama bokap dan janji sama Suaka Marga Satwa Muara Angke - Jakarta! Hehehe, lebay? gk juga..emang bener kok, gw punya janji penting hari minggu itu : menanam Bakau...yeyy..seru :D

Mungkin nggak semua orang bakalan dengan senang hati bangun early in the morning, pas hari Minggu (which is itu harusnya jadi hari leha - leha). Awalnya juga gw males bangun paginya. Rasanya sayang bwt ninggalin bantal yang masih empuk banget di kamar, bareng sama guling kesayangan. tapi begitu sadar, klo ini bakalan jadi suatu moment yang jarang terulang lagi, gw pun antusias persiapin semua diperlukan untuk acara menanam bibit bakau.

Sebenernya, acara ini digagas oleh, tak lain dan tak bukan : bokap gw. As many people already know, he just cant stop to rescue, and do anything he can to protect our environment from damages, made by human. Ini emang udah ditanamkan sejak gw masih kecil dan emang sukses tumbuh di dalam diri gw untuk selalu menghargai bumi, supaya bumi nggak sedih wajahnya rusak karena kita yang egois. Nah, kali ini ide menanam bibit bakau muncul ketika bokap gw berniat mengadakan reuni kecil dengan temen - temennya dari Sekolah Dempo, Malang. Beliau selalu pengen ngajak orang lain untuk lebih care sama lingkungan yang kita tinggali selama ini. Berawal dari keinginan tersebut, tercetuslah bwt mengumpulkan para om - om dan tante -tante (sukur - sukur kalo ngajak keluarganya - biar makin aware sama lingkungan sekitar maksudnya), mengadakan hal yang bermanfaat, seru dan unik.

Mulai dari survey lokasi, ngundang temen - temennya, konfirmasi jumlah peserta, survey lokasi rumah temen - temen yang mau dijemput, nametag untuk tiap bibit yang akan ditanam, sampai dekor ruang informasi di ruang informasi SMMA, semua dilakukan bokap gw dengan semangat '45 nya. Gw dan k sani juga ikut turun langsung bantuin bokap, masangin spanduk gede di salah satu perhentian di tengah - tengah hutan bakau yang cukup rimbun (pake manjat segala, untung langsing, hehehe..), nyapu - nyapu ruang informasi, ceki - ceki keberadaan & ketersediaan air bersih untuk kebutuhan bersih - bersih dan buang air, sampai nempel - nempelin poster untuk meramaikan si ruang informasi yang kayanya sepi banget (*singgg)

HEYY!! i forgot to write about that Suaka Margasatwa Muara Angke - thing.

Suaka Marga Satwa Muara Angke (SMMA) or sometimes called as Suaka Marga Satwa Pantai Indah Kapuk adalah suatu area konservasi (Konservasi = pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dng jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian - Kamus Bahasa Indonesia online) untuk beragam makhluk hidup yang menggantungkan hidupnya dari vegetasi Mangrove (vegetasi = kehidupan tumbuh-tumbuhan), mulai dari ikan - ikan kecil, udang, kepiting, ular, hingga monyet dan berbagai jenis burung. Informasi terakhir dari Jakarta Green Moster (http://jgm.or.id/v1/2009/06/fact-sheet-suaka-margasatwa-muara-angke/), terdapat tidak kurang dari 91 jenis burung, beberapa di antaranya adalah jenis burung endemik (endemik = hewan / tumbuhan yang hanya terdapat di daerah tertentu / hewan khas). Luas SMMA adalah 25,02 ha, dengan area berupa rawa terbuka dimana terdapat berbagai jenis rerumputan dan alang - alang air, serta beragam jenis mangrove atau bakau (Rhizophora mucronata, R. apiculata), api-api (Avicennia spp.), pidada (Sonneratia caseolaris), dan kayu buta-buta(Excoecaria agallocha). Nahhh, jenis mangrove yang nama latinnya Rhizophora mucronata inilah yang akan kita tanam ramai - ramai.

>> Ini dia lokasi di bagian depan SMMA (see?, its really a nice place..and even such a romantic place to visit, no wonder some people do their pre wed photograph in this area)..pssstt, look at my fiancee's face, looks happy mix with "tengsin" (ada bokap gw soalnyaaa pas dia mau gw foto, hihihi)



>> Here's the succesfully growth mangrove..nice :)


>> Me, in the middle of the mangrove forest, just before trying to tied up all the banner


Selepas magrib (dan setelah sukses digigit nyamuk & sukses dibikin panik gara - gara takut diterjang monyet - hehehe), persiapan buat acara kumpul - kumpul papa-pun selesai. Kita ber3 mampir di deretan ruko Mediterania Niaga yang berada persis di depan jalan raya yang memisahkan area suaka marga satwa dengan area luas kompleks elitnya. Papa, gw & k sani akhirnya dinner di KFC (yeiiii, junkfood, im back, hehehe..well selama ini emang gw berusaha keras buat menjaga jangan sampai terlalu banyak konsumsi produk - produk nggak sehat kaya gitu..but for now, after having a GREAT outdoor workout, i just need something to boost up my energy). Paket Komplit (2 ayam & 1 nasi) ditambah 1 nasi extra yang dibagi berdua k sani + nggak boleh ketinggalan coca cola dingin = hmmmmm nikmat! Apalagi kita makan di area terrace, makin nikmat rasanya :)

Keesokan harinya, kita ber3 (papa, carla & k sani) berangkat buat menjemput temen - temen papa yang tersebar di seluruh Jakarta (doooeelah..lebay). Ada 4 orang yang perlu dijemput, dari bintaro, sampai ke perumahan di daerah kelapa dua jakarta barat.

Sekitar pukul 9, kita ber7 pun sukses tiba di lokasi. Nggak lama setelah itu rombongan pun datang sedikit demi sedikit. Seneng banget liat banyak temen papa yang antusias dateng bersama keluarganya, its going to be a cool family sunday breakout i guess!!

Well, then we started to do a little trip around the site, menyusuri jembatan kayu, kita ketemu beberapa orang yang sedang melakukan kegiatan birdwatch (ternyata mereka mulai melakukan kegiatan bird watch ini since the midnight came, bcoz almost all birds came to this mangrove area to take a rest)..and even there were a couple taking a picture for their pre wed photograph! emang sich harus diakui lokasi ini cukup cantik buat dijadikan tempat buat foto - foto karena asri dan cukup banyak spot oke buat foto (hmmm..besok - besok gw juga mau disini ajaaa ahhh, hehehe)

Setelah puas jalan - jalan sambil observasi vegetasi dan beragam hewan yang berhasil kita jumpai, kitapun kembali ke depan ruang informasi, dan READY FOR OUR MAIN COURSE: MANGROVE PLANTING - yeiiii :D

Nametag yang kemarin sudah disiapkanpun dibagikan ke semua peserta, setiap peserta dapat 3 bibit mangrove beserta nametag untuk ditulisin nama mereka, jadi klo suatu saat, maybe in the next 6 months people came to see their tree, they can directly know which one belongs to them, is it grow or not, how's the condition, whatever it is. Ada sekitar 25 orang peserta hari ini, berarti kira - kira ada 60 bibit yang akan ditanam di dalam lumpur. Semua terlihat antusias untuk nyemplung ke dalam lumpur becek. FYI, this is my second mangrove planting (sebelumnya gw pernah juga waktu jadi generasi pertama dari LSPR - Heroes of Environment), di SMMA, walaupun daerahnya sedikit berbeda -- dan the best part dari penanaman mangrove, sekaligus yang paling seruuu, adalah : Nyemplung buat nanamin mangrove).

Briefing singkat dari bapak pengawas SMMA yang bertugas, menjalaskan bahwa supaya para bibit mangrove ini bisa berdiri tegak di tanah berlumpur, kita harus mengikat tiap batangnya ke potongan bambu panjang yang disebut AJIR, dengan tali. Jenis Mangrove Rhizopora dipilih berdasarkan pengalaman bahwa tingkat keberhasilan yang paling tinggi untuk ditanam di daerah ini adalah si Rhizopora ini. Mungkin karena jenis ini memiliki akar nafas yang terletak di atas air dan lumpur nantinya.

Nggak sabar, begitu briefing singkat, bapak pengawas pun turun ke lumpur, dan mulailah kita ramai - ramai ikutan turun. Tanah di sekitar jembatan masih terasa keras dan kita dapat berjalan dengan cukup pede, nahhh, begitu mulai ke tengah, baru dech beberapa adik - adik dan ibu - ibu memutuskan, well this is the farthest we can move, let the boys do the rest, ibu - ibu nanam di pinggir, sedangkan sisanya kita bawa ke tempat yang lebih jauh dan lebih dalam.

Gw membantu nanam di daerah yang lumpurnya sampai sebatas paha (nyesel dech nggak pake celana yang lebih pendek lagi, biar bisa nyusul papa ke tempat yang lebih dalam). Disini gw sukses menanam kira - kira 10 bibit, sebelum balik lagi ke area kering sambil bawa oleh - oleh tangan lecet kena batang - batang tajam di pinggir jalan.

Seru rasanya ikutan sumbang tenaga buat bikin SMMA semakin hijau, dan mengisi lahannya yang botak botak dengan bibit - bibit mungil kita tadi. Semoga 1 tahun lagi, para bibit sudah tumbuh dengan baik, dan bisa bermanfaat untuk para hewan yang butuh rumah untuk berlindung dan mencari makanan di sekitarnya.

Yang pasti, kegiatan apapun yang tujuannya untuk membuat wajah jakarta lebih hijau pasti seru dan fun. Selain yang utama, rasa puas yang muncul begitu selesai melakukan kegiatan - kegiatan sejenis. Hmmm..semoga para adik - adik, ibu - ibu dan para bapak - bapak dari keluarga besar Dempo Malang fell the same, and fell eddict to do the same things again, and even share their experience with other and start to make activities like my dad arrange that day.

>> Seorang turis yang sedang asyik dokumentasiin si kera yang lagi siap - siap ngubek tempat sampah yang sudah dikategorikan --> saran untuk pengelola SMMA : mungkin bisa coba membuat tempat sampah anti kera? karena jadi nggak efektif niy klo semua sampah sukses diberantakin kera - kera


>> Sebagian peserta yang sudah datang, diberikan topi dan pin dari salah seorang temen papa, yang kerja di Ancol. Topi merah ini dari beliau, gambarnya Lumba - lumba, lambangnya seaworld.


>> Ini dia yang bikin gw nervous pas mau manjat masang spanduk di bagian atas rumah singgah. Abiiis, mereka suka iseng siiiich..


>> Nahh, klo yang ini mungkin anaknya buaya bakau. Lagi berjemur, supaya nggak jamuran kali yaa, khan main di lumpur terus, hehehe :)



>> Salah satu pemandangan yang cukup indah, rawa terbuka yang berada di bagian tengah SMMA. Dari sini para Bird Watch dapat melakukan observasinya yang seru itu dari malam ke pagi ke sore ke malam lagi..



>> Bibit Rhizopora : siap tanam

>> Heyy!! That's me, second from left, bended down, and my dad, beside me (missing in this picture, he's behind this white shirt man) :D

ciao



Minggu, 20 Desember 2009

Trip to Baduy

Beberapa waktu lalu, gw nonton sebuah acara adventure Indonesia, yang menceritakan tentang perjalanan si pembawa acara ke sebuah desa di Baduy Luar. Dalam hati gw ikutan exicited, heeyy, i've been there too, long time a go..

jadi, kali ini gw coba masukin cerita yg sempat dulu gw tulis, pas masa - masa SMU, sesudah balik dari perjalanan seru ke Baduy :






TRIP TO BADUY






West java effectively surround the natons capital of Jakarta, provides visitors with a great number of fascinating and wonderful things to see and do. Among other ethnolinguistic group presents in Java, two are in somewhat marginal position, their representativrs living in secluded regions.


The enchanting and beautiful land of Parahyangan of Sunda stretches from the Sunda. Strait in the west to the borders of Central Java in the east. The region is primarily mountains, which rich green valley hugging loftly volcanic peaks and rainforest. As we know, rainforest are the world’s richest and most productive ecosystems, which containing half of all living species creatures.

Trip from the buzzing and hectic city, The Baduy Tribe, is the isolated communities in the remote area in Halimun Mountain Reserve. They maintain their simpe traditional values, rejecting all modern technology, resisted agricultural modernizations or interaction with outsiders and have also refused the threat to their and has prompt to do this.

The Baduy have maintained their animist practices and are considered representative of ancient Sundanese society. Having little relations with other people, they are divided into two groups, named Baduy Dalam and Baduy Luar. The first one are the most secluded, their territory being in principle forbidden to all outsiders.

The Baduy Community
The tribes I visited which has impressed me a lot along my trip with my family. This is my first trip together with my family long road from home in Jakarta, and made me feel very close to nature. A trip which unforgettable with a lot of fun and knowledge. This Baduy Tribe located in Banten, is an utterly unique and closed society, which can be reached via +12 km from Ciboleger village road.

The Baduy people belong to Sundanese ethnic group, and living in Lebak region, Banten province.

Our Journey

This trip is my dad’s idea. He want us to celebrate this new year together, close to nature, unforgettable and want us to learn something from this trip. At first, I cant imagine living in a remote area, with no electricity, and no soap for bathing.

Our long journey starts on Monday, December 30, 2002. We left our home at 02.00 Am drove directly to the “Wira Carita Hotel”, the place where pointed to be our basecamp. After a long ride, we arrived at hotel around 05.00 AM, then we took a rest for several hours before start the trip. We left hotel around 09.00 AM driving around 3 hours to Rangkasbitung, to arrange a permission to enter The Baduy Tribe area. Few hours late we all arrive to last village to park our car there. And the real trip is about to began at around 02.30 PM. Well, that was a hot sunny sunshine over our head of course. Hahaha, what a great time for tanning, I laugh to myself.

The path we pass was very difficult for us to get through, especially this is our first experience to do the trip up and down the hills like this. But then we made it in the end. We passed the road with full of joy (at least for me), while astonished with the beautiful views on our left and right side paths. We took a rest a lot and also drink a lot. Yes, we are exhausted. But such a miracle, after we take a rest and drink a coconut water, we got a new energy to move faster.

After a long road clamoring up, and down step, slippery and muddy footpaths because of last day rain, we laugh it loud, when one of us is slipped (Luckyly, we have our guide from the local Baduy, Pak Abdullah, to accompany and lead us to the better way, and help us when we slipped), past dry yellowish rice fields and through light secondary forest and bamboo glades, we arrive at the river’s edge, we arrive at around 06.00 PM at the first village of The Baduy, named Cibeo.

We cross the high bamboo bridge one by one, because we were too scared to move at the same time. Whereas in fact, as Pak Abdullah said, it is strong and safe, but still, we worried to cross it, with the wide and streamy river below us. The funny story cam from my mom, who got a phobia with high level. She almost cried for someone to help her cross the bridge, with the only one way she want to move, she is going to sit, and someone is going to push her on her back. This funny story still remain in our mind, when we talked about our baduy trip.

The bamboo bridge that crosses the stream marks the entrance to the territory of the Baduy Dalam, a community whose member are required to maintain a stringent degree of ritual purity in order to fulfill their task protecting and maintaining the sacred forest at the center of which is the Arca Damas (an ancient megalithic site that represents the navel of the universe and the source and origin of all life on earth). Outside in general and foreigners in particular are a polluting influence, and are permitted to enter the traditional lands only on sufferance or not at all.

Only indigenous Indonesians may enter the Baduy Dalam, and then only the chief’s permission, as the Baduy does not want their community to be turned into a tourism obced or a sideshow. They believe Baduy land is the most holy ain in Indonesia, so no outsiders may enter Baduy Dala, According to the tribe’s belief, Baduy Dalam is a sacred area, serving as a place of retreat and peaceful living without negative influences from the world outside.

To enter this very special Baduy area, one should obtain written permission from the Rangkasbitung District Office stating the purpose of the visit. At Ciboleger travelers should report to the official community mediator before entering the Baduy Dalam territory on foot. As I mention before, Paths are steep and slippery, so wear a good shoes, not sandal 9becouse it easily to broken. Visitors must be accompanied by a local guide. Visitor should expect to stay in Baduy style housing, and eat a very simple Indonesia food. Bathing an d toilet facility are extremely basic. One tips from me, is ask first to the local guide who accompany us, before using the camera, and respect his (because the most local guide will be a men) advice regarding your behaviour. Remember : When you visit the Baduy, you do so on their terms, not yours.

Pak Abdullah, our local guide asked us to stay in his home. His home consisted of a raised platform with a slatted floor and walls made of woven bamboo, divided into five section : the veranda, the guestroom, the storeroom, the storage space above the fireplace, and the main area, which also functioned as a bedroom. The roof made of sago palm leaves and thatch palm. Their furniture was made from bamboo. With the exception of a few basic cooking implements, all kitchen tools, were also handmade. And, there was of course no electricity, no running water, and no bathroom.

We had dinner together, they’d served rice with salt and cucumber, called “timun bonteng”. After dinner, part of us has gone to sleep while the rest still having chat about the life of the Baduy community. Several of them came into the house and starts joint to chat with us, while some of them showed their handicraft, which means for us to buy it as a souvenir. After a chat, some of us sleep in veranda, and enjoying our first time, sleeping with the stars (very bright, because of no electricity, we can saw a lot of them, like poured it in the sky) above our head.

After that night, I realize, how lucky and simple to be living like Baduy people. They live very close to nature, and the nature gave them a good condition of life. They never felt stress, obesity, cancer, never felt suffering with no food, because of nature gave them a fertile soil to maintain.


In english, yes it is, karena bokap gw saat itu mengajak kita semua yang sudah pulang dari Baduy, untuk latihan bikin tulisan tentang perjalanan kemarin, dalam bahasa Inggris (maksudnya supaya kita jadi makin rajin nulis, belajar bercerita, sekaligus latihan bahasa inggris)..

Dan ini beberapa gambar yang berhasil gw dapatkan kembali, setelah bertahun - tahun teronggok begitu saja di komputer gw:

Gambar rumah suku Baduy. Gambar ini dilukis oleh sepupu gw, Timo



Ini gambar anak - anak Desa Cibeo dari Baduy Dalam yang sedang duduk di depan rumah tradisional suku Baduy


nah, klo ini beberapa foto yang duluuu banget gw scan.. ini pas kita sudah kembali lagi ke Rangkasbitung, setelah bermalam di baduy.



Thats it :D



ciao



Kamis, 10 Desember 2009

Graduation Day

This is It !!



yihaaaa..What a wonderful day, last night was my graduation day, as BERNADETTE CARLA FRINATRA, S.Si

Seneng banget, akhirnya perjalanan panjang dari jaman SD sampe SMU, trus kuliah, n ditotal - total, 15 thn, selesai juga.

Kemarin sore, tanggal 9 Desember 2009, jadi salah satu momen besar dalam hidup gw. Bertempat di Ballroom Hotel Mulia Senayan, wisuda kesembilan LSPR terjadi juga. Nama gw ada di urutan ke - 52, sesuai urutan abjad (well, nama official gw di LSPR, memang mulai dari Carla, karena Bernadette-nya nggak dipake). Sore itu, gw duduk diantara temen - temen LSPR lainnya, yang sebelumnya belum pernah saling bertegur sapa, karena memang nggak saling kenal sebelumnya.. Kita semua memang tersebar dari peer group masing - masing yang namanya berawalan beda - beda. kita sama - sama dengerin Pidato pelepasan dari Ibu Prita, pemilik LSPR, yang sore itu, sukses bikin kita terharu banget (kita berdiri, trus melambaikan tangan ke orang tua, keluarga, atau wali, yang duduk di belakang deretan para wisudawan).. Berbagi tissue, buat ngelap air mata yang meluncur ke pipi yang sudah didandanin cantik, special buat hari bersejarah, pinjem - pinjeman cermin kecil, untuk meyakinkan kalau kita masih tetap cantik, untuk saat - saat naik ke atas panggung, n berfoto ria sesudahnya.

Pas nama kita dipanggil satu persatu maju ke depan, kita ngerasa bangga banget, nama kita sekarang punya tambahan 3 huruf di bagian belakangnya..Yes, we got the title !! untuk sarjana S1 komunikasi, LSPR menyebutnya s.si. Well, memang akhirnya title itu bisa berbeda - beda kok, tergantung kita lulusan kampus mana.

Walaupun nggak terlihat di antara ratusan keluarga dan undangan yang hadir sore itu, tapi kita tau, orang tua kita pasti bangga, terharu, melihat anaknya sekarang sudah benar - benar dewasa, berhasil lulus kuliah, dan akhirnya diwisuda sore itu. Mereka, entah dimanapun berada, pasti bangga akan salah satu pencapaian terbesar kita. Hari itu, bokap gw nggak hadir, karena harus keluar kota, ngurusin kerjaannya. Emang sich, jujur, gw kecewa banget, karena beberapa hal yang bikin gw ngerasa marah, nggak terima sama keputusan bokap untuk nggak hadir demi kerjaannya. helooo, its once in a lifetime, nggak akan terulang lagi (kecuali kita lanjutin S2, S3, dan S lainnya lagi - tapi khan jelas beda rasanya..iya khannnn??)

jadilah, hari itu, 2 undangan yang gw punya, gw berikan kepada 2 orang yang gw anggap paling banyak berjasa dalam perjalanan hidup gw : My beloved Mom, and my special friend, Banyu. Di luar, masih ada banyak banget anggota keluarga gw yang nunggu. 2 tante, 2 sepupu, n puluhan sms dan telpon yang terus bunyi sepanjang jalannya acara wisuda, ngucapin congratz untuk wisudanya, akhir perjalanan panjang menuntut ilmu (hohohoho..lebay mode : on)

Puji Tuhan, dalam hati, gw nggak pernah berhenti bersyukur, tanpa kuasa Tuhan Yesus, nggak mungkin gw bisa ada disini sampai detik ini. Makasi banyak Tuhan Yesus, engkau mendengar doa dan harapanku selama ini. Akhirnya, bisa aku persembahkan pencapaian ini untuk kedua orang tuaku, keluargaku, dan teman special terhebat yang selalu ada di samping aku selama ini.

>> With Mom

>> The whole family who attend my graduation day

>> Me and Banyu

>> Friends forever